Jembatan Desa Dambung Raya Putus Dihantam Arus

Kamis, 12 Oktober 2017 13:20 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM, TANJUNG - Dampak hujan lebat yang turun Minggu (8/10/2017) lalu ternyata tak hanya sempat merendam permukiman, jalan dan areal persawahan.

Satu jembatan kayu yang ada di Desa Dambung Raya, kecamatan Bintang Ara, Tabalong, putus dan hingga Rabu (11/10/2017) masih tak bisa dilalui.

Jembatan tersebut hancur dan sama sekali tak bisa digunakan lagi akibat terjangan arus sungai Durui.

Kontruksi jembatan tak mampu menaham arus karena saat itu debet air memang meningkat.

Bahkan karena luapan sungai tersebut, beberapa lokasi yang menjadi lintasan sungai di kecamatan Bintang Ara, juga ada yang terendam.

Air mulai merendam sejak Minggu (8/10/2017) malam sekitar pukul.23.30 wita sampai dengan Senin (9/10/2017) sekitar pukul 15.00 wita.

Lokasi yang terendam, Desa Burum RT.01 menggenangi jembatan akses antar Desa Burum, Hegarmanah, Panaan, Dambung Raya.

Kemudian juga di Desa Bintang Ara RT.04 sampai dengan RT.05 menggenangi jalan dan rumah penduduk sebanyak 23 buah atau 24 KK.

Di Desa Usih RT.04, menggenangi jalan, jembatan dan rumah penduduk 8 buah yang dihuni 8 kepala keluarga.

Sementara itu akibat putusnya jembatan tersebut, warga yang bermukim di Dusun Bina Desa dan Dusun Musim Desa Dambung Raya, dari informasi didapat, kini sedikit mengalami kesulitan akses jalan.

Ada jalan alternatif, tapi memutar sangat jauh karena mengarah ke perbatasan Kalteng.

Sehingga apabila ingin cepat warga pun nekat menyeberangi sungai, termasuk anak-anak yang ingin berangkat sekolah.

"Saat ini masih bisa lewat sungai karena airnya sudah surut," kata Kepala Desa Dambung Raya, Epun.

Namun apabila air sungai meluap lagi maka dipastikan warga tidak bisa menyeberangi sungai.

Untuk itulah diharapkan agar ada penanganan secepatnya, misalnya dengan dibuatkan jembatan darurat.

TANJUNG-Jembatan rusak akibat becana alam di Desa Dambung Raya, kecamatan Bintang Ara, juga sudah diketahui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabalong.

"Iya kami memang ada menerima laporan dan ada juga yang datang langsung menyampaikan laporan," kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tabalong, HM Noor Rifani, Rabu (11/10/2017).

Laporan itu juga akan ditindaklanjuti dengan melakukan peninjauan ke lokasi jembatan yang rusak.

Dari hasil peninjauan langsung ke lokasi itu nantinya akan bisa diketahui bagaimana kerusakan yang terjadi dan bagaimana soluso selanjutnya.

"Kita lihat kerusakannya, apakah bisa dengan pemerliharaan rutin atau melalui program," ucapnya.

Melalui program bisa lewat BPBD dengan dana bencana atai juga bisa dianggarkan di APBD 2018 yang saat ini masih pembahasan.

Diakuinya, jembatan di atas Sungai Durui termasuk jembatan yang lama dan juga dilaporkan telah mengalami kerusakan.

Sehingga dengan curah hujan yang tinggi membuat sungai meluap dan menghancurkan jembatan tersebut.

"Saat dilaporkan rusak, kita sudah lakukan pengecekan dan waktu itu direncanakan mau dilakukan perbaikan rutin, tapi ternyata ada bencana alam dam jembatannya rusak," katanya.(Banjarmasin Post/Dony Usman)

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Tri Hantoro
Sumber: Banjarmasin Post
Tags
   #Banjarmasin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help