MUI Bakal Terbitkan Imbauan Soal Kai Harum, Ini Isinya

Rabu, 13 September 2017 19:55 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM, AMUNTAI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) datang ke kediaman Muhammad Asri atau Kai Harum warga Desa Cempaka Kecamatan Amuntai Selatan, Selasa (12/9/2017).

Dalam pertemuan ini juga diikuti oleh belasan ulama dan tokoh agama dari Kabupaten HSU seperti KH Sabran dan KH Abdul Bari dan Ketua MUI KH Said Masrawan.

Kedatangan rombongan ulama disambut baik oleh Kai Harum, dalam silaturrahmi ini dilakukan diskusi mengenai berbagai kegiatan yang sering dilakukan Kai Harum di majelis zikir dan salawat miliknya.

Ulama yang hadir juga menanyakan kebenaran apakah Kai Harum tidak melaksanakan salat dan puasa seperti yang informasi yang berkembang di masyarakat, dan hal itu dibantah oleh Kai Harum.

Beberapa pendapat Kai Harum juga berusaha diluruskan oleh ulama, seperti salawat yang dikatakan Kai Harum ada di dalam Alquran namun sebenarnya tidak ada.

Kai Harum juga mengatakan bahwa salat tidak harus menghadap ke kiblat karena Tuhan ada di semua arah, hal ini juga diluruskan bahwa menghadap kiblat adalah satu syarat sahnya salat.

Dan masih banyak pembahasan lain yang diluruskan seperti hukum bersentuhan dengan perempuan yang bukan mahram serta alasan tidak salat dan puasa karena uzur.

Di dinding rumah Kai Harum juga ditempel banyak foto dirinya dengan berbagai tokoh, termasuk foto dirinya yang bertelanjang.


Ulama yang hadir juga menjelaskan aurat laki laki dan tidak diperbolehkan terlihat oleh yang buka muhrimnya.

Dan Kai Harum juga tidak keberatan saat foto telanjang miliknya yang terpajang di dinding langsung diturunkan.

Namun Kai Harum bersedia dibenarkan jika memang pengetahuannya tersebut ternyata salah menurut hukum Islam.

Kai Harum mengatakan akan tetap menerima siapapun orang yang datang untuk bersilaturahmi kepada dirinya.

Dia pun tidak mau disebut guru dan wali, namun majelis yang dilaksanakan setiap malam senin terus akan dilanjutkan.

“Saya masih akan melanjutkan kegiatan setiap malam senin dan menerima siapapun yang ingin bertamu,” ujarnya.

Disinggung mengenai pandangan masyarakat yang menilai dirinya sesat, Kai Harum tidak ambil pusing karena menurutnya sudah takdir.

Terpisah, Ketua MUI KH Said Masrawan mengatakan bahwa M Asri atau Kai Harum ini bisa dikatakan dukun atau tabib bisa menyembuhkan penyakit bagi yang percaya melalui air yang diberikan olehnya.

Namun dirinya mengimbau agar tidak mempelajari agama Islam karena M Asri bukanlah ahli agama Islam dan mengakui tidak pernah berguru kepada siapapun.

Rencananya MUI akan membuat himbauan atau fatwa yang akan dipasang disekitar kediaman M Asri bahwa yang bersangkutan bulanlah ulama, ustadz, guru ataupun wali. Dan tidak dibenarkan bagi yang ingin memperdalam ajaran islam dengan dirinya.

“Sangat berbahaya jika apa yang dipahami oleh M Asri itu disampaikan kepada orang banyak, khawatir menyesatkan dan bahkan bisa berbuat syirik, karenanya bagi yang ingin memperdalam agama islam langsung kepada ulama yang memang mengajarkan ilmu berdasarkan alquran dan hadist,” ujarnya.

KH Said Masrawan juga mengungkapkan keprihatinan terhadap masyarakat yang masih belum paham bagaimana cara belajar ilmu agama yang benar, dan mudah percaya dengan perkataan seseorang meskipun menyalahi dari syariat islam.

Menyinggung masalah gua yang dibuat sendiri oleh Kai Harum, itu adalah hak pribadi karena juga membangunnya diatas tanah pribadi. Namun jangan sampai dipercaya memiliki keistimewaan terlebih dikaitkan dengan ajaran islam.

"Itu gua biasa tidaka ada keistimewaannya, saya juga sempat masuk dan tidak terjadi apa apa," ujarnya.(Bpost/Reni Kurnia Wati)
Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: fajri digit sholikhawan
Sumber: Banjarmasin Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help