Begini Isi Percakapan Whatsapp Oknum Marinir dan Bu Lurah Cantik yang Berujung Maut

Minggu, 13 Agustus 2017 12:34 WIB
Tribun Jatim.com

TRIBUN-VIDEO.COM, SURABAYA - Tersangka pembunuhan Luluk Diana (38), istri Kades Sidojangkung, Menganti, Gresik, Sugiyanto, berhasil ditangkap polisi, Jumat (11/8/2017).

Pasca-penangkapan itu, Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) masih terus mendalami motif pembunuhan yang dilakukan oknum Marinir TNI AL, Kopral Dua (Kopda) Tri S alias TS alias YYK terhadap Bu Lurah cantik, Luluk Diana, istri Kepala Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Namun dugaan kuat, tersangka nekat melakukan itu karena murni ingin menguasai uang tunai Rp 150 juta yang baru diambil oleh korban dari bank.

Komandan Pomal Lantamal V Surabaya Letkol Laut Khoirul Fuad mengatakan, Kopda TS anggota Yon Zeni Karangpilang Surabaya itu menghabisi nyawa Bu Lurah cantik dengan cara ditembak mati.

Padahal, awalnya hanya dimulai dari percakapan sepele sehingga keduanya bisa sama-sama satu mobil.

"Mereka sepakat ke Mojokerto berdua," kata Fuad, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Fuad, berdasar pengakuan TS, pelaku dan korban kembali bertemu dan akrab sekitar dua bulan lalu, setelah belasan tahun tak berkomunikasi.

Ini setelah TS mendapat nomor whatsapp (WA) Luluk.

Setelah itu, keduanya pun mulai akrab kembali.

Meski mereka tidak pernah ada hubungan khusus, pada Selasa, 8 Agustus 2017, keduanya sepakat ketemu.

"Padahal hari itu adalah hari aktif. Setiap anggota TNI AL juga wajib masuk tugas. Saya heran karena pagi itu TS malah kelayapan," tegas Fuad yang asli Kediri.

Perwira lulusan Akabri 1996 ini sampai penasaran menyimak pengakuan anak buahnya itu.

Keduanya sepakat bertemu dan Luluk meminta TS untuk membawa pistolnya.

"Saya dihubungi Luluk. Dia tiba-tiba menanyakan ke saya apakah saya punya pistol atau tidak," ucap TS, ditirukan Fuad.

Pertanyaan itu disampaikan Luluk setelah dia tahu bahwa teman semasa SMA itu adalah anggota TNI AL.

Nah, pada Selasa itu, Luluk akan melakukan transaksi atas bisnis tanah dan perumahan.

Karena dia selama ini memang dikenal sebagai pengusaha properti.

Begitu ditanya teman lamanya itu, TS pun menjawab kalau dirinya punya pistol.

"Kalau punya, ya sudah bawa saja. Ikut saya ambil uang," bunyi percakapan WA Luluk ke TS.

Akhirnya keduanya pun janjian dan bareng ke Mojokerto.

Ditemani TS, Luluk lantas mengambil uang tunai di kantor Bank BCA Kota Mojokerto sebesar Rp 150 juta.

Setelah itu, mereka berniat pulang kembali ke Gresik.

Namun di tengah perjalanan, TS malah menghabisi nyawa Luluk dengan cara menembaknya.

Setelah dibunuh, mayat Luluk yang bersimbah darah dibuang di Kawasan Hutan Watu Blorok, petak 75E RPH Kupang, KPH Mojokerto, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Selasa (8/8/2017) sore, mayat Bu Lurah cantik itu ditemukan warga setempat dan langsung menjadi geger.

Sementara Kopda TS, sang pelaku pembunuhan berusaha dan menghilangkan jejak selama empat hari.

Tapi pelariannya tersebut, Jumat (11/8/2017) berakhir.

Dia berhasil ditangkap oleh aparat gabungan dari Polda Jatim, Pomal, dan Polres Mojokerto, di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang.(Surya/Nuraini Faiq)

Berita ini telah tayang di Tribunjatim.com berjudul: Terungkap, Akrab dalam Waktu 2 Bulan, Begini Percakapan Istri Kades dan Pelaku Sebelum Tewas

Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Tribun Jatim.com
Tags
   #Luluk Diana   #Mojokerto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help