Ribuan Kayu Log Diduga Ilegal Diamankan Dit Polairud Polda Kalsel

Minggu, 13 Agustus 2017 08:10 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARMASIN - Jajaran penyidik Direktorat Polairud Baharkam Mabes Polri dan Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan saat ini tengah melakukan penyidikan kasus ribuan kayu log yang distop petugas akhir pekan lalu. Bahkan pemeriksaan saat ini masih terus berlangsung.

Pihak petugas pun saat ini masih melakukan pengamanan terhadap ribuan kayu log yang termuat dalam tiga rakit tersebut. Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana bahkan langsung meninjau langsung kayu log yang berada di sungai Barito Desa Talaran, Kabupaten Batola, pada Jumat (11/8/2017) siang.

Pantauan BPost, kayu-kayu itu sendiri saat ini terbagi di beberapa tempat di sekitar lokasi yang mana terlihat petugas berseragam dan bersenjata lengkap masih melakukan pengamanan terhadap kayu-kayu itu, terlihat diantara kayu yang lapuk tersebut kayu-kayu jenis log meranti.

Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana didampingi Direktur Polair Kombes Gatot Wahyudi dan Kapolres Batola AKBP Syahril Saharda mengungkapkan saat ini pemeriksaan kayu-kayu log ini tengah berlangsung.
Dimana puluhan orang saksi telah menjalani pemeriksaan terhadap para ABK penarik kayu dan lainnya,

Dari pemeriksaan itu pihaknya menetapkan lima terperiksa sebagai pemilik kayu yakni Jafar, Sauil. Rahimin, Nuim Hayat dan Sudirman. Yang mana mereka memiliki kayu dengan jumlah tertentu.

Yakni Jafar memiliki kayu log jenis meranti sebanyak 103 batang, Saumil 49 batang, Rahimin 34 batang, Nuim Hayati 19 batang, dan Sudirman 66 batang dengan total 273 batang kayu log meranti.
Kemudian kayu log meranti yang tersangkanya melarikan diri sebanyak 465 batang.

Sementara itu jumlah kayu log campuran jenis jabon, sukon, durian, petai, asam dalam tiga rakit tersebut yakni 7.376 batang. Untuk pasal yang penyidik persangkakan sendiri yakni pasal 83 ayat 1 huruf b jo pasal 12 huruf e UU No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan atau denda maksimal Rp 2,5 miliar.

Penyidik saat ini sendiri masih melakukan pencarian terhadap tiga orang nahkoda kapal penarik kayu rakit, pencarian pemilik kayu 465 batang yang melarikan diri. (Banjarmasin Post/Irfani Rahman/Aya Sugianto)

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Banjarmasin Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help