Ada Pemasangan Turap, Tradisi Lomba Panjat Pinang di Pinggir Kalimalang Absen Tahun Ini

Sabtu, 12 Agustus 2017 18:26 WIB
Warta Kota

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

TRIBUN-VIDEO.COM - "Umur saya sudah 45 tahun. Lomba panjat pinang (di Kalimalang) ada sejak saya masih SMP. Berarti sudah lebih dari 30 tahun," ujar Yati (45), warga RT 05/12 di Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (12/8).

Kenangan perlombaan panjat pinang di pinggir Kalimalang masih melekat dalam ingatannya. Melihat tetangganya yang tercebur ketika berusaha meraih sepeda gunung, kipas angin ataupun mesin penanak nasi, selalu berhasil menghadirkan gelak tawa bagi dirinya.

Namun, tradisi perlombaan panjat pinang yang rutin dilakukan setiap tahunnya di sepanjang Kalimalang, Jakarta Timur, harus terputus, lantaran proyek pemasangan sheet pile (turap) yang pengerjaannya belum selesai.

Matinya tradisi yang dilakukan secara berturut-turut selama lebih dari 30 tahun itu, didasari oleh faktor keselamatan para kontestan perlombaan. Kalimalang dianggap tak lagi bersahabat.

"Baru tahun ini enggak ada. Jadi di bawah air itu banyak reruntuhan beton sama potongan besi, takutnya kalau nyebur ke kali malah enggak aman," tutur Yati.

Turap yang ukurannya kurang lebih 10 meter, dikurangi panjangnya dengan cara menyesuaikan ketinggian pembatas sesuai yang dikehendaki. Proses pengurangan ketinggian dilakukan setelah turap terpasang di pinggir Kalimalang.

Panjang beton dikurangi dengan cara memukul-mukul turap yang telah dipasang di pinggir kali menggunakan palu godam, sehingga reruntuhan beton beserta potongan besi jatuh ke dalam air. Hal itulah yang menyebabkan warga memutuskan untuk meniadakan perlombaan di pinggir Kalimalang.

"Proyek ini kan serentak di sepanjang Kalimalang. Jadi meskipun reruntuhannya terbawa arus, tetap bisa saja kami kelimpahan reruntuhan juga dari proyek yang terletak jauh dari lokasi ini," ujarnya.

Meski ia bersama warga lain sangat menyayangkan putusnya tradisi, tak ada yang bisa mereka lakukan. Mereka hanya berharap agar pihak pengembang bisa membersihkan puing-puing yang jatuh ke Kalimalang, setelah pengerjaan proyek pemasangan turap rampung.

Perlombaan saat merayakan hari raya kemerdekaan setiap tahun, sejatinya merupakan bentuk transformasi dari perjuangan para pahlawan sebelum kemerdekaan bisa diraih.

Proses perjuangan yang saat itu dilakukan dengan cara mengangkat bambu runcing, digantikan oleh semangat masyarakat untuk saling berjibaku di dalam sebuah kompetisi perlombaan. Tujuannya tak lain untuk mengingat pengorbanan dan perjuangan para pahlawan.

Kini masyarakat di sepanjang Kalimalang harus pasrah melewatkan momen perlombaan panjat pinang di hari raya kemerdekaan tahun ini, karena terbentur oleh pengerjaan proyek pemasangan sheet pile.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help