Mencicipi Batagor Hanjuang, Jajanan Pinggir Jalan, Rasa Restoran

Senin, 7 Agustus 2017 16:55 WIB
Tribun Jabar

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUN-VIDEO.COM, BANDUNG - Jajanan pinggir jalan atau street food di Kota Bandung memang memiliki beragam olahan khas tradisional.

Selain makanan tradisionalnya yang enak-enak, kota kembang ini juga kreatif menciptakan jajanan unik yang menarik minat banyak orang.

Saat Anda wara wiri kesini, dijamin tidak akan susah menemukan makanan enak dan unik di Bandung.

Saking banyaknya , Anda harus memilih tempat yang terbaik.

Nah, satu di antara jajanan pinggir jalan di Bandung yang paling recomended adalah batagor.

Nama batagor merupakan akronim dari bakso tahu goreng.

Jajanan ini merupakan adaptasi gaya Tionghoa-Indonesia.

Bahan bakunya berupa tahu yang dilembutkan lalu diisi ikan tenggiri di dalamnya.

lalu dibentuk menyerupai bola, kemudian digoreng dalam minyak panas selama beberapa menit hingga matang.

Di Indonesia, batagor sudah menjadi kuliner nasional yang ada di setiap daerah.

Di Kota Bandung sendiri, batagor mudah ditemui dimana - mana.

Mulai dari restoran, kali lima, hingga aak - aak yang mendorong gerobak.

Kali ini Anda akan diajak menikmati batagor ala jalanan, yang tak kalah berkelas dengan yang dijajakan di restoran.

Adalah Batagor Hanjuang yang berloksi di Jalan Astina, Cicendo, Kota Bandung.

Lokasinya persisnya berada di depan Rumah Makan Anugerah dan di belakang Indah Plaza.

Batagor Hanjuan ini dikenal sebagai batagor dengan resep asli yang sehat dan murah.

Hanya menggunakan gerobak sederhana khas kuliner pinggir jalan, sang pemilik mengolah batagornya dari siang hingga malam.

Tampak sejumlah pembeli membludak di sekitarnya, yang begitu menikmati tiap suap batagor.

Bahkan rasa batagor ini, kenyataannya tak sesederhana tempatnya.

Bisa dibilang maknyus dan lezatos, untuk batagor yang termasuk food street.

Tentunya dengan harga murah meriah, sudah bisa Anda gasak satu porsi.

Batagor Hanjuang memiliki citra rasa khas daging ikan tenggiri yang sangat terasa di lidah.

Batagornya yang gurih, dipadu dengan bumbu kacang segar.

Bahkan masih terasa kerenyahan serta butiran kacangnya di mulut.

Secara keseluruhan, olahan Batagor Hanjuan tidak terlalu berminyak, ikan tenggirinya cukup terasa dan komposisi bumbu kacangnya juga pas.

Sebagai bahan utama pembuatan batagornya terbuat dari tepung tapioka dan sagu.

Yang mana tepung tersebut, biasa disebut aci oleh lidah orang Sunda.

Oyo selaku pemilik Batagor Hanjuang, menuturkan, mulai berjualan batagor di Jalan Astina sejak 90an.

"Saya jualan disini, bahkan sebelum Indah Plaza dibangun," ujar Oyo kepada Tribun Jabar, Rabu (2/8/2017).

Oyo mengaku memilih berjualan batagor di Jalan Astina, karena di sinilah batagor miliknya laku terjual.

"Dalam sehari saya mampu menjual batagor sebanyak 1500 potong," ujar Oyo.

Dalam kesehariannya, Oyo dibantu oleh kedua anaknya untuk berjualan batagor.

Oyo mulai menjajalkan dagangannya sejak pukul 07.00 WIB - 16.00 WIB.

"Biasanya kalau lagi ramai - ramainya, dagangan saya tutup hingga pukul 3 sore," ujar Oyo.

Soal pemilihan nama "Hanjuang", Oyo mengatakan nama tersebut diambil dari kata "hayuk berjuang".

Sehingga mengandung filosofi semangat berjuang untuk mengais rezeki.

Selain menjual batagor yang lezat, Oyo juga menjual baso tahu yang tidak kalah enaknya.

Ciri khas dari Batagor Hangjuang adalah, ditambahkannya bahan mie pada semangkok batagor, yang bikin komplit dari segi rasa.

Untuk satu porsi Batagor Hanjuang dan baso tahu, dibanderol Rp 10.000, dengan porsi 6 potong.

Sedangkan yang menggunakan mie, porsi batagornya menjadi 3 potong, dibanderol harga yang sama. (*)

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jabar
Tags
   #Batagor
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help