Lomie Imam Bonjol, Hadirkan Sajian Lomie Halal Sejak 1977

Jumat, 28 Juli 2017 19:30 WIB
Tribun Jabar

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUN-VIDEO.COM, BANDUNG - Lomie adalah sajian mie yang berbentuk gepeng yang direbus dan disajikan dengan kuah kental.

Kuah kental ini terbuat dari rebusan seafood yang ditambahkan dengan tepung maizena sebagai pengental.

Sebagai pelengkap, lomie juga disajikan dengan bakso, pangsit, dan sayuran.

Lomie terkenal dengan kelezatannya, karena kuahnya yang kental dan mie yang kenyal.

Awalya lomie pertama kali di perkenalkan Indonesia oleh masyarakat etnis Tionghoa.

Awalnya penyajian lomie menggunakan tulang dan tetelan babi sebagai campuran kuahnya.

Karena di Indonesia mayoritasnya muslim, bahan kuah lomie di ganti menggunakan ebi dan cumi-cumi sebagai campuran kuahnya.

Kini kelezatan lomie bisa dinikmati oleh semua kalangan, karena telah halal.

Saat ini banyak kedai yang meyajikan lomie halal sebagai menu utamanya, termasuk di Kota Bandung.

Satu di antaranya adalah Kedai Lomi Imam Bonjol.

Lomie Imam Bonjol menghadirkan lomie halal yang tidak menggunakan campuran babi.

Kehadiran lomie Imam Bonjol ini menjadi jawaban bagi penggemar kuliner, yang mengingankan menu lomie yang halal.

Sesuai dengan namanya, Lomie Imam Bonjol berada di Jl. Imam Bonjol No.9, Coblong, Bandung Utara.

Lokasinya yang persisi di pinggir jalan, Kedai Lomie Imam Bonjol tidak akan sulit di jumpai.

Menempati sebuah bangunan yang cukup luas, Kedai Lomie Imam Bonjol bergabung bersama kedai lainnya.

Meski disini terdapat beragam jajanan, namun yang paling terkenal di sini tetap Lomie Imam Bonjol.

Kedai Lomie Imam Bonjol terletak di paling kiri, dengan spanduk besar berwana kuning pada bagian depannya.

Dari kejauhan pun, Anda langsung mengenali kedai yang terkenal ini.

Kedai Lomie Imam Bonjol sering di padati oleh para pekerja.

Tempat ini dirasakan cocok bagi Anda seorang pekerja yang ingin makan siang.

Satu porsi lomie Imam Bonjol terdiri dari mie, sayur kangkung, toge, rajangan daun bawang, suiran daging ayam, dan taburan bawang goreng.

Kemudian disiram dengan kuahnya yang kental dan gurih dengan cita rasa cumi - cumi dan udang yang kuat.

Jika Anda menginginkan porsi lengkap, di dalam lomie akan ditambahkan toping berupa bakso, pangsit rebus, dan kerupuk kulit.

Seporsi lomie lengkap dan dalam ukuran yang besar, dapat Anda nikmati dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp 25.000.

Anda bisa memilih mie yang diinginkan, karena mie yang disedikan ada dua macam, yaitu mie dengan helaian yang agak lebar dan mie dengan tekstur yang lebih halus.

Jika Anda ingin menikmati olahan mie lain seperti yamin, warung ini juga menyediakannya pilihan rasa yamin manis dan yamin asin, yang di banderol Rp 25.000.

Atau Anda ingin mencicipi bihun buatan Kedai Lomie Imam Bonjol ini, Anda bisa memesan Bihun Kuah Ayam atau Bihun Campur, yang di banderol 25.000.

"Kedai lomie ini mulai beroperasi sejak 1977 oleh Ayah saya H. Ngatimin, dan kami sudah punya pelanggan tetap dari Bandung maupun luar kota, khususnya Jakarta," jelas Andi Triwahyudi, selaku anak pemilik Lomie Imam Bonjol, kepada Tribun Jabar, Rabu (26/7/2017).

Andi menambahkan, sejak 1977 hingga sekarang, Kedai Lomie Imam Bonjol tetap beroperasi di sini.

Andi beralasan, karena Kedai milik Ayahnya sudah terkenal di lokasi Jalan Imam Bonjol ini, sehingga berat untuk berpindah ke tempat lain.

Menurut Andi, yang membedakan Lomie Imam Bonjol dengan lomie lainnya, adalah ciri khas kuahnya yang kental dengan aroma khas seafood.

"Kuah kentalnya terbuat dari campuran kaldu, bawang merah, bawang putih, ebi, cumi, udang, kocokan telur, tepung maizena, dan aneka rempah lainnya yang menciptakan cita rasa manis gurih yang khas," jelas Andi.

Andi mengaku, untuk menjaga kualitas dan rasa lomie yang lezat, mie yang digunakan selalu baru setiap harinya.

Kedai Lomie Imam Bonjol buka setiap hari mulai pukul 09.00 - 17.00 WIB, kecuali Jum'at libur.

Jika Anda tidak ingin mengantri, cobalah untuk tidak datang pada waktu makan siang karena bisa dipastikan tempat ini akan penuh dengan pengunjung. (*)

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Jabar
Tags
   #kuliner   #Bandung
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help