Indahnya Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman, Layaknya Masjid Nabawi di Arab Saudi

Senin, 29 Mei 2017 09:14 WIB
Serambi Indonesia

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Hari Mahardika dan RA Karamullah

TRIBUN-VIDEO.COM, BANDA ACEH - Masjid Raya Baiturrahman yang berada di jantung Kota Banda Aceh adalah salah satu dari beberapa masjid legendaris di dunia yang memiliki sejarah panjang.

Masjid ini telah melewati tahapan Perang Dunia II serta bencana paling dahsyat di abad moderen, tsunami 26 Desember 2004.

Dikutip dari berbagai sumber, Masjid Raya Baiturrahman dibangun oleh Sultan Iskandar Muda Meukuta Alam pada tahun 1022 H/1612 M.

Masjid ini dibakar oleh tentara Belanda pada, Bulan Shafar 1290 Hijriah/10 April 1873 M.

Lima tahun berselang atau tahun 1879, Pemerintah Kolonial Belanda membangun kembali masjid ini.

Selesai dibangun pada tahun 1882 dengan hanya memiliki satu kubah.

Pada era kolonial hingga awal-awal kemerdekaan, Masjid Raya Baiturrahman pernah beberapa kali mengalami renovasi dan perluasan hingga kemudian memiliki lima kubah dengan dua menara.

Pada tahun 1991-1993, di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. Ibrahim Hasan Masjid Raya Baiturrahman kembali mengalami perluasan.

Meliputi halaman depan dan belakang serta areal tempat shalat (bagian dalam masjid) dengan segala fasilitas, seperti perpustakaan, ruang tamu, ruang perkantoran, aula, dan tempat wudhu.

Dengan perluasan tersebut, Masjid Raya Baiturrahman memiliki 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk.

Selain berbalut sejarah perang dan renovasi, Masjid ini juga menjadi lokasi berkumpulnya rakyat Aceh menuntut referendum, 8 November 1999, tempat berlindung (pengungsian) warga saat banjir besar melanda Banda Aceh tahun 2000, serta menjadi tempat berlindung serta salah satu pusat penanganan korban gempa dan tsunami, 26 Desember 2004.

Di Masjid ini pula, rakyat Aceh untuk menyaksikan penandatanganan MoU Damai Helsinki, melalui layar lebar, 15 Agustus 2005.

Kini, pada masa Pemerintahan Aceh di bawah pimpinan Gubernur Zaini Abdullah, Masjid kebanggaan rakyat Aceh ini kembali mengalami perluasan.

Proyek pembangunan landscape dan infrastruktur yang dimulai sejak 28 Juli 2015 lalu, diresmikan pemakaiannya oleh Wakil Presiden M Jusuf Kalla, Sabtu, 13 Mei 2017.

Masjid ini pun menjadi semakin indah dan nyaman. Suasana seperti Masjid Nabawi di Madinah coba dihadirkan dengan membangun 12 unit payung elektrik, basement untuk tempat wudhu dan parkir kenderaan roda 2 dan roda 4, serta perbaikan beberapa interior bangunan. Harapannya, kompleks Masjid ini akan menjadi pusat beragam aktivitas yang mendukung fungsi masjid sebagai sentral kegiatan masyarakat Aceh.

Simak video di atas.(*)

Editor: Nur Fatah Aliem Prabowo
Video Production: Nur Fatah Aliem Prabowo
Sumber: Serambi Indonesia
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help