Video Amatir Rekam Detik-detik Terbakarnya Kapal Mutiara Sentosa di Perairan Masalembu Madura

Sabtu, 20 Mei 2017 08:52 WIB
Surya

TRIBUN-VIDEO.COM, SURABAYA - Insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 1 yang terjadi di perairan Masalembu Sumenep, Jumat (19/5/2017) mengingatkan kita pada kejadian 36 tahun lalu.

Tepatnya pada 27 Januari 1981 Kapal Motor Penumpang (KMP) Tampomas II mengalami kebakaran di sekitar Kepulauan Masalembu.

Saat nahas itu, KMP Tampomas sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Ujungpandang (Makassar).

Dalam pelayaran itu, terdapat 1.055 penumpang terdaftar dan 82 Awak Kapal. Namun, saat itu estimasi total ada 1442 penumpang, termasuk yang ilegal.

Manifes kapal juga menyebutkan, selain penumpang ada juga 191 mobil dan 200 motor, serta sejumlah mesin giling SAKAI, dan lain-lain yang diletakkan di cardeck.

KMP Tampomas II bertolak dari Dermaga Tanjung Priok hari Sabtu, 24 Januari 1981 Pukul 19.00 WIB.

Perjalanan biasanya memakan waktu dua hari dua malam, sehingga diperkirakan hari Senin, 26 Januari 1981, kapal tiba di Ujungpandang.

Sebelum bertolak, seorang pemandu kapal menyebutkan salah satu mesin kapal telah mengalami kerusakan.

Meski begitu, kapal tetap saja angkat jangkar dan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada 24 Januari malam, tidak terjadi apa-apa. Yang terlihat hanyalah awan senja yang memukau dan pemandangan Laut Jawa yang datar.

Namun diakui ombak Januari memang sangat besar dibandingkan di bulan-bulan lain, ombak setinggi 7-10 meter dengan kecepatan angin 15 knot sangat wajar terjadi.

Di dalam kapal sendiri direncanakan sebuah musik di bar kapal dengan penyanyi Ida Farida dengan iringan home band kapal.

Entah ini dianggap sebagai pertanda buruk atau tidak, seorang pria bernama Ferry menyanyikan lagu Salam Perpisahan. Pria itu pun tidak diketahui keberadaannya.

Di tengah badai yang hebat, pada 25 Januari beberapa bagian mesin mengalami kebocoran bahan bakar.

Celakanya, tak dinyana ada puntung rokok yang terbang dan masuk melalui lubang ventilasi. Akibatnya, terjadilah kebakaran.

Kebakaran membesar dan tidak bisa diatasi. Nahkoda pun memerintahkan para penumpang naik ke dek atas untuk menuju sekoci.

Kekacauan terjadi karena hanya tersedia satu pintu untuk ribuan penumpang itu.

Sebagian penumpang bisa masuk sekoci, sebagian lagi dengan sabar menunggu pertolongan di dek atas.

Sebagian lagi yang panik memilih terjun langsung ke laut.

Angka korban masih simpang siur, karena diduga ada 300 orang penumpang yang tidak terdaftar dalam manifes kapal.

Tim penyelamat memperkirakan 431 orang tewas (143 mayat ditemukan dan 288 orang hilang bersama kapal), sementara 753 orang berhasil diselamatkan. (Surya)

Editor: Noorchasanah A
Sumber: Surya
Tags
   #Sumenep   #Madura
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help