Miko Mengaku Dipaksa Sampaikan Keterangan Palsu, Ini Kata KPK

Jumat, 19 Mei 2017 21:37 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal video seorang warga bernama Miko yang mengaku dipaksa membuat kesaksian palsu saat diperiksa Novel Baswedan selaku penyidik KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di KPK mengatakan, pembuat video tersebut adalah Miko, orang yang sama dengan yang diamankan pihak Polda Metro Jaya.

Diakui Febri, Miko pernah menjadi saksi dalam perkara suap mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Miko kemudian meminta perlindungan kepada KPK, karena ada risiko keamanan atas kesaksian yang disampaikannya.

KPK, saat itu, memutuskan memberikan perlindungan hukum terhadap Miko.

Hal ini, lanjut Febri, sesuai tugas, kewenangan, dan kewajiban KPK yang ada pada Pasal 15 huruf a UU Nomor 30 Tahun 2002 untuk memberikan perlindungan terhadap saksi dan pelapor terkait kasus yang ditangani KPK.

KPK juga merujuk UU Perlindungan Saksi dan Korban.

Pada salah satu ketentuan di UU, ada aturan yang menyebut salah satu hak dari saksi yang dilindungi adalah penggantian biaya hidup.

"Penggantian biaya hidup inilah yang dilakukan KPK (kepada Miko), karena pada saat itu sempat saksi pernah diletakan di save house," kata Febri, di gedung KPK, Jumat (19/5/2017).

Penggantian biaya hidup juga diberikan lantaran Miko harus memenuhi kebutuhan keluarga di tengah kondisinya yang saat itu sedang tertekan akibat menjadi saksi kasus Akil.

Febri mengatakan, KPK memberi bantuan antara Rp 1,2 juta sampai Rp 1,7 juta kepada Miko sebagai pengganti biaya hidup.

"Maka diberikan bantuan hidup setara UMR di mana saksi tinggal," ujar Febri.

Namun setelah beberapa lama memberi perlindungan, Febri mengatakan KPK melihat ada beberapa dugaan pelanggaran dalam perjanjian menjadi saksi.

Miko menjadi sulit dihadirkan di sidang.

"Dan sudah tidak kooperatif lagi dan kami melihat tidak ada urgensi memberikan perlindungan terhadap saksi, maka diputuslah program perlindungan saksi tersebut," ujar Febri.

Febri mengatakan, KPK sudah terbiasa menghadapi serangan seperti ini seperti tuduhan tekanan dalam penyidikan.

Namun, Febri menegaskan KPK punya aturan ketat soal prosedur pemeriksaan maupun penyidikan.

"Jadi kita tegaskan tekanan itu tidak terjadi dan selama ini apalagi Novel profesional selama melakukan proses pemeriksaan di penyidikan," ujar Febri.

Menurut Febri, jika melakukan tekanan justru penyidik tidak akan mendapatkan informasi dalam melakukan pemeriksaan.

Karena kejahatan korupsi punya karakter yang khusus dan jauh lebih rumit.

Febri mengatakan, untuk kasus Miko KPK belum memikirkan menempuh proses hukum.

"Yang seperti ini saya kira cukup diklarifikasi dan dijelaskan dengan kronologi seperti ini," ujar Febri.(Kompas.com/Robertus Belarminus)

Tonton juga:

Wanita Ini Mengaku Didatangi Arwah Anaknya yang Tewas Kecelakaan, Videonya Bikin Merinding

Lihat Gaya Ariel Tatum saat Nyanyikan Lagu Milik Oasis, Sampai Merem Melek

Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Tribun Video
Tags
   #KPK   #Jakarta
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help