Madu Kalulut Asli dari Tabat Padang Haruyan

Jumat, 21 April 2017 19:02 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM, BARABAI - Jika anda ragu-ragu beli madu asli di pasaran karena sudah diolah atau takut bercampur bahan lain, ada baiknya mencari langsung ke peternah madunya.

Di kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel, Desa Tabat Padang Kecamatan Haruyan, ada pembudidaya madu yang menjual madu, dan dijamin keasliannya atau kemurniannya.

Bahkan, agar pembeli yakin, pemiliknya mempersilakan pembeli melihat proses memanen hingga mengemas dalam botol.

Untuk icip-icip, pengunjung juga diperbolehkan.

Menggunakan sedotan plastik, langsung dari kotak sarang lebahnya.

Muhammad Yani (45), sang pembudidaya, sudah setahun lebih menjalankan usaha ternak madu triguna, yang oleh warga HST disebut kalulut.

Bapak tiga anak ini, memiliki 150 kotak madu, yang dia buat sendiri. Dia membangun sendiri kotak sarang di lahan miliknya, sekitar irigasi desa tersebut.

“Tiap bulan saya memanen 15 sampai 20 liter. Dijual dengan harga Rp 300 ribu per liter,”tuturnya, saat ditemui di pondok (rumah kecil) sekitar peternakan madunya, Kamis (13/4/2017). Yani menjadi pembudidaya madu, sejak akhir 2015.

Tonton juga:

Janji-janji Nekat yang Bikin Heboh, Potong Kuping hingga Gantung di Monas

Wow! Kevin Aprilio Foto Bareng Calon Istrinya yang Cuma Pakai "Two Piece"

Sebelumnya, dia seorang petani, yang pernah satu tahun menjadi anggota DPRD HST, sebagai pengganti antarwaktu.

Dia mengaku tertarik beternak madu triguna ini, awalnya bukan untuk dijual.

Tapi untuk konsumsi sendiri, karena istrinya sakit akibat stroke.

Oleh beberapa kerabatnya, istrinya disarankan rajin mengonsumsi madu kalulut tiap hari.

“Karena sulit mencari madu kalulut, dan sering tak yakin madu di pasaran asli, saya akhirnya memutuskan beternak sendiri,”tuturnya.

Awalnya, dia membeli sarang kalulut dan lebahnya, dari warga yang sering keluar masuk hutan Meratus di Kecamatan Haruyan.

Satu sarang madu beserta lebahnya yang menempel di batang pohon, Rp 50 ribu.

“Saya membeli 50 sarang. Kemudian membuat sendiri kotaknya, dengan modal sekitar Rp 100 ribu per kotak.

Saat sibuk membuat kota-kotak itu, ada yang bilang saya orang stress, karena mereka tidak mengerti rencana usaha ini,”tutur Yani.

Namun, begitu berhasil panen, jelas dia masyarakat baru mengerti.

Budidaya kalulut lebih berpotensi sebagai sumber pendapatan, ketimbang menyadap karet yang sekarang harganya fluktuatif.

Bahkan sering anjlok. “Sekarang sudah ada dua warga di sini yang mencoba usaha madu kalulut,”jelasnya.

Adapun masa panen madu kalulut, untuk panen perdana, menunggu tiga bulan.

Selanjutnya, bisa dipanen setiap bulan. Kini, Yani memiliki 150 kotak madu kalulut, yang dia jejer di belakang pondok, dan di kanan dan kiri sepanjang irigasi di desa Tabat Padang.

Untuk mendukung produksi madu, dia juga menanam berbagai jenis tanaman produktif berbunga, yang bisa dihisap lebah.

Seperti pepaya, mentimun, pisang, serta tumbuhan lain yang bisa berbunga.

Tumbuhan itu dia tanam di dekat kotak-kotak madu. Untuk pemasaran, Yani tak mengalami kesulitan.

Dia sudah punya mitra yang membantu memasarkannya hingga ke pulau Jawa dan Kaltim.

Yani cukup mengemas madu dalam botol plastik bekas kemasan air mineral, kemudian memasangkan label yang sudah disediakn mitra usahanya.

Nama labelnya, Madu Asli Kalulut Hasil Budidaya, Tabat Padang Haruyan, disertai nomor kontak 081349535165.

Selain melalui mitra usaha, kebanyakan pembeli datang langsung ke peternakan.

Melihat sendiri proses memanen dan mencicipi madu dari kotak sarang lebahnya.

“Alhamdulillah, dari usaha ini,selain istri saya sembuh, saya juga mendapat pengasilan yang cukup, setelah “pensiun” dari anggota DPRD,” katanya. (Banjarmasin Post/Hanani))

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Banjarmasin Post
Tags
   #Barabai
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help