Kampung Warna Warni Lubuklinggau Tak Kalah Dengan Kampung Jodipan Malang

Senin, 3 April 2017 19:51 WIB
Tribun Sumsel

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUN-VIDEO.COM, LUBUKLINGGAU - Kini, siapa saja yang datang ke kampung gabungan RT I hingga RT VI Kelurahan Linggau Ulu dan Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Linggau Barat II Kota Lubuk Linggau, pasti akan merasa takjub. Sejak dilakukannya pengecatan pertama pada awal Maret lalu, kini kampung tersebut terlihat berwarna-warni.

Seluruh rumah yang berada di tepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kelingi ini dicat dengan berbagai warna. Paduan warna hijau, biru, kuning, pink, merah, dan banyak warna lainnya pada semua bangunan, terlihat bak pelangi jika terlihat dari kejauhan.

Tak hanya itu, kampung warna-warni ini juga menyajikan spot-spot foto. Seperti dua lorong payung, tepatnya di gang Ogan I dan Gang Ogan II. Spot foto juga tersebar di dinding-dinding rumah yang dilukis tiga dimensi (3D), dengan aneka gambar seperti karakter Spiderman, ikan hiu, dinosaurus, dan masih banyak lagi.

Tonton juga:

Dapat Bully-an, Istri Anggota DPR Tunjukkan Aksi Mainkan Rambut

Serunya Keluarga Besar Ayu Ting Ting Liburan Keliling Eropa

Tak tampak lagi kondisi kampung kumuh yang sebelumnya juga terkenal sebagai salah satu kawasan "Texas" di Kota Lubuklinggau ini. Kini, warga tak lagi ragu untuk datang, hanya sekedar berfoto dan berjalan-jalan.

Salah satu spot yang paling ramai dikunjungi dan favorit "selfie", yakni jembatan warna-warni tepian Sungai Kelingi. Selain menyuguhkan warna-warni cat, para pengunjung dapat melihat aktivitas para pencari batu di Sungai Kelingi.

Sore hari menjadi waktu favorit bagi warga untuk menghabiskan waktu, khususnya di akhir pekan. Keindahan kampung warna-warni ini pun mulai menjadi "viral" di media sosial, seperti Facebook, Twitter, serta Instagram.

Kampung inipun kini tak lagi menjadi destinasi wisata warga lokal. Banyak pula pengunjung yang berasal dari luar Kota Lubuklinggau, seperti Kabupaten Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), Empat Lawang, dan Rejang Lebong provinsi Bengkulu.

Salah satu pengunjung asal Kabupaten Empat Lawang, Erika (17) ,mengaku kagum dengan keindahan warna-warni cat. Ia menuturkan mendapat informasi keberadaan kampung warna-warni di kota Lubuklinggau ini, dari media sosial. Teman sekelasnya yang telah lebih dulu datang, mengupload foto-fotonya di kampung warna-warni ke akun Facebooknya.

"Pertama kali tahu dari FB teman, jadi penasaran, akhirnya ketika ayah dan ibu ada acara undangan ke Linggau. Saya ikut dan menyempatkan singgah ke sini," ucap siswa kelas XI ini pada Tribunsumsel.Com,.

Ia juga menyampaikan, selain berkeliling, mengabadikan momen keberadaannya di kampung warna-warni harus dilakukannya. Erika berfoto hampir di semua spot, seperti di lorong payung serta jembatan warna-warni.

"Semuanya bagus dan indah, kalau dari atas liat kayak pelangi, asyik banget untuk liburan sekolah," ungkapnya.

Sementara itu Camat Linggau Barat I, Zainuna mengatakan, proses pengecatan kampung warna-warni di Kelurahan Linggau Barat I dan Ulak Surung sudah selesai sekitar 80 persen. Menjelang peresmian yang secara langsung dilakukan oleh Walikota Lubuklinggau pada 12 April mendatang tersebut, pengerjaan kampung warna-warni ini dipastikan rampung 100 persen.

"Total rumah yang dicat warna-warni di kelurahan Ulak Surung kurang lebih berjumlah 77 rumah, sedangkan di wilayah Linggau Ulu sebanyak 88 rumah dengan total cat yang sudah habis mencapai tiga ton lebih," ungkapnya.

Ia mengaku bersyukur wilayah Linggau Ulu dijadikan kampung warna-warni dan berharap bisa menjadi destinasi wisata baru di kota Lubuklinggau. Mengingat selama ini wilayah Linggau ulu mendapat predikat kawasan kumuh.

"Penduduk disana mayoritas suku Ogan, dulu mereka dicap sebagai kampung kumuh, karena dekat dengan pasar. Dan juga disana semuanya aktivitasnya dilakukan di Sungai Kelingi. Sehingga bisa dikatakan kawasan paling kotor. Harapannya, masyarakat mendukung, sehingga wilayah Linggau Ulu benar-benar menjadi tujuan wisata baru di kota Lubuklinggau ini," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Lubuklinggau Lutfi Ishak mengaku, jika kampung warna warni belum bisa dikatakan salah satu wisata andalan, sebelum pengerjaannya diselesaikan keseluruhan.

"Sejauh ini memang itu masuk dalam wisata buatan yang mengarah kepada tujuan wisata baru. Untuk menjadi kampung wisata harus melewati banyak proses. Salah satunya dukungan masyarakat. Untuk sekarang kita belum ada pembicaraan untuk mengarah ke sana," ungkapnya.

Namun, ia berharap kelak setelah selesai dibangun kampung warna-warni tersebut benar-benar menjadi tujuan wisata baru di Kota Lubuklinggau. Dan ia berharap bisa seperti kampung warni-warni yang ada di Kota Malang, Jawa Timur.

"Perbedaannya dengan kota Malang mereka sudah jadi, masyarakatnya welcome, ekonomi kerakyatannya juga sudah jalan. Tapi arahnya memang kesana," ujarnya.

Akses menuju kampung warna-warni pun ternyata tidaklah sulit, dapat dijangkau menggunakan ojek ataupun angkot. Bahkan, bagi pendatang dari luar Lubuklinggau dan baru tiba di stasiun, jaraknya hanya dua kilometer saja.

Simak video di atas. (*)

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Sumsel
Tags
   #Lubuklinggau
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help