Isu Penculikan Hantui Masyarakat, Ini yang Dilakukan Polisi di Baturaja

Senin, 20 Maret 2017 21:37 WIB
Tribun Sumsel

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Retno Wirawijaya

TRIBUN-VIDEO.COM, BATURAJA - Isu penculikan anak meresahkan masyarakat Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Para orang tua merasa khawatir dan dibayangi rasa takut yang "menghantui" perasaan mereka.

Untuk menetralisir isu kasus penculikan yang merebak dan meresahkan orang tua dan anak di wilayah hukum Polres Ogan Komering Ulu (OKU), aparat kepolisian turun ke sekolah-sekolah.

Melalui upacara Senin pagi selaku pembina upacara, anggota Babinkamtibmas Polres OKU meminta para murid, guru, dan orang tua / wali murid tidak perlu berlebihan menanggapi informasi berantai di media sosial, yang menyebarkan kabar hoax soal aksi penculik yang diinformasikan beraksi di berbagai wilayah di OKU, khususnya Kota Baturaja.

Tonton Juga:

Manchester City Harus Puas Main Imbang Saat Menjamu Liverpool, dengan Skor Akhir 1-1

Mengagumkan Ibu Menteri Menari Salsa Bersama Seorang Pria, Gerakannya Mempesona

Peter Odemwingie Pernah Mencetak Gol dengan Cara Konyol, Lihat Videonya

Seperti yang disampaikan Babinkamtibmas wilayah Kelurahan Sukajadi, Brigadir Polisi (Brigpol) Ardian, ketika menjadi pembina upacara Senin pagi (20/3), di Sekolah Dasar (SD) Negeri 18 OKU. Dia meminta para siswa sekolah ini untuk tetap waspada terhadap orang-orang tak dikenal.

“Kalau ada orang tak dikenal mau mengajak pergi, adik-adik sebaiknya jauhi dan jangan ikuti. Nanti orang tuanya bingung mencari kalau adik-adik tidak tidak pulang tepat waktu,” saran Brigpol Ardian dalam arahannya.

Dia pun menegaskan, apa yang dihebohkan di media sosial terkait aksi penculikan, seperti di Kelurahan Air Gading, Sukajadi, dan beberapa lokasi lainnya di Baturaja, itu tidaklah benar.

“Itu (aksi penculikan, red) tidak benar. Kabar tersebut hoax yang disebarkan orang-orang tak bertanggung jawab untuk membuat resah para orang tua dan masyarakat Baturaja,” tambahnya.

Brigpol Ardian juga meminta siswa untuk rajin belajar, semangat menempuh ilmu dan mematuhi peraturan sekolah. Sebab, kata dia, bila siswa belajar dengan sungguh-sungguh tentu akan menjadi lebih pintar. Dan ilmu yang didapat di bangku SD akan menjadi dasar menuntut ilmu ke tingkat lebih tinggi lagi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 18 OKU, Netty Yulia SPd, mengatakan, dengan hadirnya Babinkamtibmas di sekolah yang dipimpinnya ini, setidaknya menjadi obat keresahan masyarakat. Sebab memang beberapa minggu ini para orang tua dan siswa resah tak henti-henti membicarakan kasus penculikan.

Sebelumnya, Kapolres OKU melalui Kasat Reskrim AKP Harmianto telah menegaskan kalau kasus penculikan di OKU tidak benar. Kalau memang benar sudah ada jatuh korban penculikan sebagaimana yang dihebohkan di masyarakat, tentu saja pihaknya, kata Harmianto pasti tengah menangani kasusnya.

“Sampai saat ini tidak ada korban penculikan yang melapor. Jadi kabar tersebut tidak benar. Ya, kalau ada korban penculikan saya minta masyarakat memberitahukannya kepada aparat polisi dan kami akan mendatanginya,” katanya.

Pihaknya tidak mungkin tidak tahu kalau ada laporan terkait di wilayah Polsek-Polsek. Sebab, kata Harmianto, laporan di polsek-polsek juga pasti masuk ke Mapolres OKU. Tapi nyatanya memang tidak ada sama sekali laporan kasus penculikan.

SImak video di atas.(*)

Editor: Nur Fatah Aliem Prabowo
Video Production: Nur Fatah Aliem Prabowo
Sumber: Tribun Sumsel
Tags
   #Baturaja   #Palembang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help